Rabu, 14 September 2016

Tugas 1BUMI DAN MANUSIA SEBAGAI PENGHUNI BUMI


1.      Sejarah terbentuknya bumi
Seperti halnya yang kita tau bahwa bumi sebagai salah satu planet yang termasuk dalam sistem tata surya di alam semesta ini dan tidak diam seperti apa yang kita perkirakan selama ini, melainkan bumi itu melakukan perputaran pada porosnya (rotasi) dan bergerak mengelilingi matahari (revolusi) sebagai pusat sistem tata surya. Dan sampai saat ini bumi masih menjadi perdebatan dimana banyak pendapat yang dikemukakan oleh para ahli dengan alasan yang berbeda-beda pula.
Disini saya akan menyajikan beberapa teori tentang pembentukan bumi.
a.       Teori Kant – Laplace (Kabut Nebula)
Sejak jaman sebelum Masehi, para ahli telah banyak berfikir dan melakukan analisis terhadap gejala-gejala alam. Mulai abad ke 18 para ahli telah memikirkan proses terjadinya Bumi. Salah satunya adalah teori kabut (nebula) yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere de laplace (1796). Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya.
b.      Teori Planetesimal
Pada awal abad ke-20, Forest Ray Moulton, seorang ahli astronomi Amerika bersama rekannya T.C Chamberlain, seorang ahli geologi, mengemukakan teori Planetisimal Hypothesis, yang mengatakan matahari terdiri dari massa gas bermassa besar sekali, pada suatu saat didekati oleh sebuah bintang lain yang melintas dengan kecepatan tinggi di dekat matahari. Pada waktu bintang melintas di dekat matahari dan jarak keduanya relatif dekat, maka sebagian massa gas matahari ada yang tertarik ke luar akibat adanya gravitasi dari bintang yang melintas tersebut. Sebagian dari massa gas yang tertarik ke luar ada yang pada lintasan bintang dan sebagian lagi ada yang berputar mengelilingi matahari karena gravitasi matahari. Setelah bintang melintas berlalu, massa gas yang berputar mengelilingi matahari menjadi dingin dan terbentuklah cincin yang lama kelamaan menjadi padat dan di sebut planetisimal. Beberapa planetisimal yang terbentuk akan saling tarik – menarik bergabung menjadi satu dan pada akhirnya membentuk planet, termasuk bumi.
c.       Teori Bintang Kembar
Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori ini, galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak itu adalah matahari, sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya.
d.      Teori Pasang Surut
Teori ini dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1918, yakni bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu masih berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari mendekat, maka akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-gunung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa matahari dan merentang ke arah bintang besar itu.
e.       Teori Big Bang
Berdasarkan Theory Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa.
Ada tiga tahap dalam proses pembentukan bumi, yaitu:
Ø  Awalnya, bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau perbedaan unsur.
Ø   Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam, sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan.
Ø  Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar, dan kerak bumi.
2.      Asal usul Manusia
Banyak orang memperbincangkan dan memperdebatkan teori mengenai asal-usul manusia. Selayaknya manusia mengetahui apa yang membentuk dirinya di masa lalu. Berikut paparan materi dari asal usul manusia.
a.       Konsep Teori Darwin
Charles Robert Darwin ) adalah seorang naturalis Inggris yang teori revolusionernya meletakkan landasan bagi teori evolusi modern dan prinsip garis keturunan yang sama (common descent) dengan mengajukan seleksi alam sebagai mekanismenya. Dalam bukunya On the Origin of Species by Means of Natural Selection, or The Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life(biasanya disingkat menjadi The Origin of Species) (1859) menjelaskan evolusi melalui garis keturunan yang sama sebagai penjelasan ilmiah yang dominan mengenai keanekaragaman hayati.
Evolusi melalui mutasi dan seleksi alam pada saat ini adalah teori sentral dalam biologi, yang memberikan kerangka penjelasan bagi berbagai fakta dalam catatan fosil, keragaman hayati, pewarisan sifat, adaptasi, penyebaran, dan anatomi makhluk hidup. Teori evolusi yang sekarang diterima para ilmuwan biologi pertama kali dirumuskan oleh Charles Darwin. Pada 1940-an para ilmuwan dari tiga cabang biologi yaitu genetika, paleontologi, dan taksonomi menyempurnakan teori Darwin dengan melakukan sintesis antara konsep-konsep dan fakta-fakta yang ditemukan di ketiga bidang tersebut, menghasilkan Neo-Darwinisme yang kini menjadi dasar penjelasan pada hampir semua idang dalam biologi.
Pernyataan Darwin mendukung bahwa manusia modern berevolusi dari sejenis makhluk yang mirip kera. Selama proses evolusi yang diduga telah dimulai dari 5 atau 6 juta tahun yang lalu, dinyatakan bahwa terdapat beberapa bentuk peralihan antara manusia modern dan nenek moyangnya yang ditetapkan menjadi empat kelompok dasar sebagai berikut:
        Australophithecines (berbagai bentuk yang termasuk dalam genus Australophitecus)
        Homo habilis
        Homo erectus
        Homo sapiens
b.      Konsep Harun Yahya
Adnan Oktar (lahir pada tahun 1956 di Ankara, Turki), juga dikenal sebagai Harun Yahya (diambil dari nama nabi Harun dan Yahya) atau Adnan Hoca, adalah seorang penulis dan kreasionis Islam. Ia merupakan penentang teori evolusi, Darwinisme dianggapnya sebagai sumber terorisme.
Harun Yahya mengajukan usul untuk menggantikan teori evolusi Darwin. Teori Harun Yahya berhak menerima pertimbangan serius dari kalangan ilmuwan biologi. Teori ini menjelaskan berbagai penemuan dalam biologi dengan lebih baik daripada kerangka penjelasan evolusi yang sekarang berlaku.
Meski Harun Yahya belum memberikan deskripsi sistematis atas teori yang mereka ajukan. Harun Yahya menjelaskan kajiannya melalui buku Keruntuhan Teori Evolusi yang berisi:
  • Jenis-jenis makhluk hidup tak bisa berubah. Tidak mungkin terjadi perubahan dari satu bentuk makhluk hidup ke bentuk lainnya, misalnya dari ikan menjadi amfibi dan reptil, reptil ke burung, atau mamalia darat ke paus.
  • Tiap jenis makhluk hidup tidak bekerabat satu sama lain dan diturunkan dari leluhur yang sama. Masing-masing merupakan hasil dari suatu tindakan penciptaan tersendiri.
  • Seleksi alam sebagaimana ditemukan Darwin adalah kaidah yang berlaku di alam, namun tidak pernah menghasilkan spesies baru.
  • Tidak ada mutasi yang memberikan keuntungan berupa peningkatan kelestarian makhluk hidup. Selain itu, mutasi tak menambah kandungan informasi dalam materi genetis makhluk hidup.
  • Catatan fosil tak menunjukkan adanya bentuk transisional, serta menunjukkan penciptaan tiap kelompok makhluk hidup secara terpisah.
  • Abiogenesis (kemunculan makhluk hidup dari materi tak-hidup) tak mungkin terjadi.
  • Kerumitan dan kesempurnaan yang ditemukan pada tubuh dan DNA makhluk hidup tak timbul karena kebetulan, namun merupakan bukti bahwa ada yang merancang kerumitan tersebut.
  • Materi dan persepsi kita adalah ilusi; yang nyata adalah Allah, yang meliputi segalanya.
3.      Manusia dan kebudayaan serta faktor yang mempengaruhinya
a.       Definisi Manusia
Manusia pada dasarnya adalah makhluk budaya yang harus membudayakan dirinya. Manusia sebagai makhluk budaya mampu melepaskan diri dari ikatan dorongan nalurinya serta mampu menguasai alam sekitarnya dengan alat pengetahuan yang dimilikinya. Hal ini berbeda dengan binatang sebagai makhluk hidup yang sama-sama makhluk alamiah, berbeda dengan manusia hewan tidak dapat melepaskan dari ikatan dorongan nalurinya dan terikat erat oleh alam sekitarnya.
b.      Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Dibawah ini pengertian kebudayaan menurut para ahli :
        Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Di sebut dengan Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
        Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
        Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
        Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Definisi Kebudayaan adalah kebiasaan – kebiasaan suatu masyarakat yang dilakukan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya, dan setiap daerah memiliki kebudayaan sendiri – sendiri.
c.       Faktor yang mempengaruhi
Kebudayaan adalah hasil ciptaan manusia yang hidup dalam masyarakat. Dari hidup bermasyarakat itulah maka timbullah kebudayaan. Hanya saja karena manusia yang hidup bermasyarakat itu terpencar-pencar di segala penjuru dunia, maka kebudayaan yang ditimbulkan juga bermacam-macam pula.
Misalnya; semua bangsa menginginkan pakaian, rumah dan makanan. Tetapi pakaian, rumah dan makanan yang diinginkannya itu bagaimana bentuknya, masing-masing bangsa berbeda-beda.
Contoh; pakaian nasional bangsa Eropa berbeda dengan pakaian bangsa Arab, dan berbeda pula dengan bentuk pakaian bangsa Indonesia. Begitu pula bentuk rumah dan jenis makanan.
Faktor-faktor yang mendorong :
        Kontak dengan kebudayaan lain
        Sistem pendidikan yang maju
        Sikap menghargai hasil karya orang lain dan keinginan untuk maju
        Toleransi terhadap perbuatan menyimpang
        Sistem lapisan masyarakat yang terbuka
         Penduduk yang heterogen
        Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu
         Orientasi ke depan
        Nilai meningkatkan taraf hidup
Faktor-faktor yang menghambat
        Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
        Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat
        Sikap masyarakat yang tradisional
        Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat (vested Interest)
        Rasa takut terjadinya kegoyahan dalam integrasi kebudayaan
        Prasangka terhadap hal baru
        Hambatan ideologis
        Kebiasaan
        Sikap pasrah
4.      Aktifitas Manusia dalam Ruang
a.      Genre de vie dan tata geografis
Setiap kelompok masyarakat mencoba untuk menyesuaikan perkembangan lingkungan setempat. Penyesuaian tersebut merupakan implementasi akal budi atau budaya yang terus mengalami perkembangan. Untuk itulah satu masyarakat dengan masyarakat lain menunjukkan respon yang berbeda dalam mensikapi dinamika alam. Perbedaan tersebut juga menjadi penanda perbedaan tingkat budayanya. Adaptasi manusia terhadap lingkungan merupakan kemampuan manusia menyesuaikan diri terhadap setiap kondisi dan situasi lingkungan yang selalu berubah.
Koentjaraningrat setidaknya meliputi 3 hal, yaitu gagasan atau ide, aktivitas, dan benda-benda. Wujud kebudayaan tersebut merupakan salah satu penanda respon manusia terhadap alam. Proses aktivitas mambentuk pola yang selalu terikat dengan ruang, yaitu permukaan bumi, baik di daratan maupun di lautan. Respon utama manusia terhadap alam adalah dalam pemenuhan kebutuhan pokok, terutama kebutuhan pakan dan kebutuhan ekonomi lain, sehingga muncul istilah mata pencaharian atau gen re de vie.
b.      Bidang kegiatan ekonomi
Pada dasarnya, kegiatan ekonomi manusia dibedakan menjadi dua, yaitu kegiatan dalam rangka memenuhi kebutuhan sendiri (subsistence) dan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pasar (commercial). Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menyebut istial komersial untuk kegiatan yang dikaitan dengan keuntungan.
  •  Aktivitas ekonomi subsisten
    Merupakan aktivitas ekonomi yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Aktivitas ini dikelompokkan menjadi 3, yaitu a) pengumpulan hasil alami atau gathering, b) penggembalaan atau herding, dan c) pertanian atau farming
  • Aktivitas ekonomi komersial
    Aktivitas ini muncul karena perbedaan hasil antara satu tempat dengan tempat lain. Perbedaan tersebut mendorong manusia melakukan pertukaran barang baik yang bersifat sederhana atau barter sampai kegiatan niaga modern dalam bentuk pasar ritel. Aktivitas ekonomi komersial meliputi a) pengumpulan atau gathering (fishing, hunting of wild animals, and forest gathering of wild plants), b) budidaya hayati atau bioculture (peternakan, pertanian, dan campuran), c) perpabrikan atau manufacturing (commercial gathering and commercial bioculture), d) transportasi dan perdagangan atau transportation and trade (commercial gathering, commercial bioculture, and manufacturing), e) dan pelayanan jasa atau services.
c.       Infrastruktur
Manusia beraktivitas dan senantiasa bersentuhan dengan sesamanya, alam, maupun ruang. Dalam kegiatan sosial ekonomi, perlu didukung oleh sarana dan prasarana. Berdasarkan bentuknya, prasarana dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu berbentuk ruang dan bangunan (space) dan yang berbentuk jaringan. Prasarana berbentuk ruang baerupa a) perlindungan (rumah), b) pelayanan umum (birokrasi), c) kebudayaan berupa bangunan hasil budi daya manusia. Prasarana yang berbentuk jaringan berupa a) system pengangkutan, b) fasilitas umum, c) system pengairan, d) system komunikasi

1.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar