Tugas 1BUMI DAN MANUSIA SEBAGAI PENGHUNI BUMI
1.
Sejarah
terbentuknya bumi
Seperti
halnya yang kita tau bahwa bumi sebagai
salah satu planet yang termasuk dalam sistem tata surya di alam semesta ini dan
tidak diam seperti apa yang kita perkirakan selama ini, melainkan bumi itu
melakukan perputaran pada porosnya (rotasi) dan bergerak mengelilingi matahari
(revolusi) sebagai pusat sistem tata surya. Dan sampai saat ini bumi masih
menjadi perdebatan dimana banyak pendapat yang dikemukakan oleh para ahli
dengan alasan yang berbeda-beda pula.
Disini saya akan menyajikan beberapa
teori tentang pembentukan bumi.
a.
Teori Kant
– Laplace (Kabut Nebula)
Sejak
jaman sebelum Masehi, para ahli telah banyak berfikir dan melakukan analisis
terhadap gejala-gejala alam. Mulai abad ke 18 para ahli telah memikirkan proses
terjadinya Bumi. Salah satunya adalah teori kabut (nebula) yang dikemukakan
oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere de laplace (1796). Dalam teori ini
dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi
kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang
sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat
cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat
(karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi
planet-planet dalam tata surya.
b.
Teori
Planetesimal
Pada awal abad ke-20, Forest Ray
Moulton, seorang ahli astronomi Amerika bersama rekannya T.C Chamberlain,
seorang ahli geologi, mengemukakan teori Planetisimal Hypothesis, yang
mengatakan matahari terdiri dari massa gas bermassa besar sekali, pada suatu
saat didekati oleh sebuah bintang lain yang melintas dengan kecepatan tinggi di
dekat matahari. Pada waktu bintang melintas di dekat matahari dan jarak
keduanya relatif dekat, maka sebagian massa gas matahari ada yang tertarik ke
luar akibat adanya gravitasi dari bintang yang melintas tersebut. Sebagian dari
massa gas yang tertarik ke luar ada yang pada lintasan bintang dan sebagian
lagi ada yang berputar mengelilingi matahari karena gravitasi matahari. Setelah
bintang melintas berlalu, massa gas yang berputar mengelilingi matahari menjadi
dingin dan terbentuklah cincin yang lama kelamaan menjadi padat dan di sebut
planetisimal. Beberapa planetisimal yang terbentuk akan saling tarik – menarik
bergabung menjadi satu dan pada akhirnya membentuk planet, termasuk bumi.
c.
Teori
Bintang Kembar
Teori
ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori ini,
galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak
sehingga banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak
mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang
tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak
itu adalah matahari, sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet
yang mengelilinginya.
d. Teori
Pasang Surut
Teori
ini dikemukakan oleh James Jeans dan
Harold Jeffreys pada tahun 1918, yakni bahwa sebuah bintang besar mendekati
matahari dalam jarak pendek, sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada
tubuh matahari, saat matahari itu masih berada dalam keadaan gas. Terjadinya
pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil.
Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60
kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama
besar dengan matahari mendekat, maka akan terbentuk semacam gunung-gunung
gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang
tadi. Gunung-gunung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk
semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa matahari dan
merentang ke arah bintang besar itu.
e. Teori Big
Bang
Berdasarkan
Theory Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun
yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada
porosnya. Putaran tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan
terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram
raksasa.
Ada
tiga tahap dalam proses pembentukan bumi, yaitu:
Ø
Awalnya, bumi masih merupakan planet
homogen dan belum mengalami perlapisan atau perbedaan unsur.
Ø
Pembentukan perlapisan struktur bumi yang
diawali dengan terjadinya diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih
besar akan tenggelam, sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak
ke permukaan.
Ø
Bumi terbagi menjadi lima lapisan,
yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar, dan kerak bumi.
2.
Asal usul Manusia
Banyak
orang memperbincangkan
dan memperdebatkan teori mengenai asal-usul manusia. Selayaknya manusia
mengetahui apa yang membentuk dirinya di masa lalu. Berikut paparan materi dari
asal usul manusia.
a.
Konsep Teori Darwin
Charles Robert Darwin ) adalah
seorang naturalis Inggris yang teori revolusionernya meletakkan landasan bagi
teori evolusi modern dan prinsip garis keturunan yang sama (common descent)
dengan mengajukan seleksi alam sebagai mekanismenya. Dalam bukunya On the
Origin of Species by Means of Natural Selection, or The Preservation of
Favoured Races in the Struggle for Life(biasanya disingkat menjadi The
Origin of Species) (1859) menjelaskan evolusi melalui garis keturunan yang
sama sebagai penjelasan ilmiah yang dominan mengenai keanekaragaman hayati.
Evolusi melalui mutasi dan seleksi
alam pada saat ini adalah teori sentral dalam biologi, yang memberikan kerangka
penjelasan bagi berbagai fakta dalam catatan fosil, keragaman hayati, pewarisan
sifat, adaptasi, penyebaran, dan anatomi makhluk hidup. Teori evolusi yang
sekarang diterima para ilmuwan biologi pertama kali dirumuskan oleh Charles
Darwin. Pada 1940-an para ilmuwan dari tiga cabang biologi yaitu genetika,
paleontologi, dan taksonomi menyempurnakan teori Darwin dengan melakukan
sintesis antara konsep-konsep dan fakta-fakta yang ditemukan di ketiga bidang
tersebut, menghasilkan Neo-Darwinisme yang kini menjadi dasar penjelasan pada
hampir semua idang dalam biologi.
Pernyataan Darwin mendukung bahwa
manusia modern berevolusi dari sejenis makhluk yang mirip kera. Selama proses
evolusi yang diduga telah dimulai dari 5 atau 6 juta tahun yang lalu,
dinyatakan bahwa terdapat beberapa bentuk peralihan antara manusia modern dan
nenek moyangnya yang ditetapkan menjadi empat kelompok dasar sebagai berikut:
Australophithecines
(berbagai bentuk yang termasuk dalam genus Australophitecus)
Homo habilis
Homo erectus
Homo sapiens
b. Konsep Harun Yahya
Adnan Oktar (lahir pada tahun 1956
di Ankara, Turki), juga dikenal sebagai Harun Yahya (diambil dari nama nabi
Harun dan Yahya) atau Adnan Hoca, adalah seorang penulis dan kreasionis Islam.
Ia merupakan penentang teori evolusi, Darwinisme dianggapnya sebagai sumber terorisme.
Harun Yahya mengajukan usul untuk
menggantikan teori evolusi Darwin. Teori Harun Yahya berhak menerima
pertimbangan serius dari kalangan ilmuwan biologi. Teori ini menjelaskan
berbagai penemuan dalam biologi dengan lebih baik daripada kerangka penjelasan
evolusi yang sekarang berlaku.
Meski Harun Yahya belum memberikan
deskripsi sistematis atas teori yang mereka ajukan. Harun Yahya menjelaskan
kajiannya melalui buku Keruntuhan Teori Evolusi yang berisi:
- Jenis-jenis makhluk hidup tak bisa berubah. Tidak mungkin terjadi perubahan dari satu bentuk makhluk hidup ke bentuk lainnya, misalnya dari ikan menjadi amfibi dan reptil, reptil ke burung, atau mamalia darat ke paus.
- Tiap jenis makhluk hidup tidak bekerabat satu sama lain dan diturunkan dari leluhur yang sama. Masing-masing merupakan hasil dari suatu tindakan penciptaan tersendiri.
- Seleksi alam sebagaimana ditemukan Darwin adalah kaidah yang berlaku di alam, namun tidak pernah menghasilkan spesies baru.
- Tidak ada mutasi yang memberikan keuntungan berupa peningkatan kelestarian makhluk hidup. Selain itu, mutasi tak menambah kandungan informasi dalam materi genetis makhluk hidup.
- Catatan fosil tak menunjukkan adanya bentuk transisional, serta menunjukkan penciptaan tiap kelompok makhluk hidup secara terpisah.
- Abiogenesis (kemunculan makhluk hidup dari materi tak-hidup) tak mungkin terjadi.
- Kerumitan dan kesempurnaan yang ditemukan pada tubuh dan DNA makhluk hidup tak timbul karena kebetulan, namun merupakan bukti bahwa ada yang merancang kerumitan tersebut.
- Materi dan persepsi kita adalah ilusi; yang nyata adalah Allah, yang meliputi segalanya.
3. Manusia dan kebudayaan serta faktor yang mempengaruhinya
a. Definisi Manusia
Manusia pada dasarnya adalah makhluk
budaya yang harus membudayakan dirinya. Manusia sebagai makhluk budaya mampu
melepaskan diri dari ikatan dorongan nalurinya serta mampu menguasai alam
sekitarnya dengan alat pengetahuan yang dimilikinya. Hal ini berbeda dengan
binatang sebagai makhluk hidup yang sama-sama makhluk alamiah, berbeda dengan
manusia hewan tidak dapat melepaskan dari ikatan dorongan nalurinya dan terikat
erat oleh alam sekitarnya.
b.
Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Dibawah ini
pengertian kebudayaan menurut para ahli :
Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala
sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki
oleh masyarakat itu sendiri. Di sebut dengan Cultural-Determinism. Herskovits
memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke
generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai
sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur
sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual
dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang
kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian,
moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat
seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana
hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Definisi
Kebudayaan adalah kebiasaan – kebiasaan suatu masyarakat yang
dilakukan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya, dan
setiap daerah memiliki kebudayaan sendiri – sendiri.
c.
Faktor yang mempengaruhi
Kebudayaan
adalah hasil ciptaan manusia yang hidup dalam masyarakat. Dari hidup
bermasyarakat itulah maka timbullah kebudayaan. Hanya saja karena manusia yang
hidup bermasyarakat itu terpencar-pencar di segala penjuru dunia, maka
kebudayaan yang ditimbulkan juga bermacam-macam pula.
Misalnya; semua bangsa menginginkan pakaian, rumah dan makanan. Tetapi pakaian, rumah dan makanan yang diinginkannya itu bagaimana bentuknya, masing-masing bangsa berbeda-beda.
Contoh; pakaian nasional bangsa Eropa berbeda dengan pakaian bangsa Arab, dan berbeda pula dengan bentuk pakaian bangsa Indonesia. Begitu pula bentuk rumah dan jenis makanan.
Misalnya; semua bangsa menginginkan pakaian, rumah dan makanan. Tetapi pakaian, rumah dan makanan yang diinginkannya itu bagaimana bentuknya, masing-masing bangsa berbeda-beda.
Contoh; pakaian nasional bangsa Eropa berbeda dengan pakaian bangsa Arab, dan berbeda pula dengan bentuk pakaian bangsa Indonesia. Begitu pula bentuk rumah dan jenis makanan.
Faktor-faktor
yang mendorong :
Kontak dengan
kebudayaan lain
Sistem
pendidikan yang maju
Sikap menghargai
hasil karya orang lain dan keinginan untuk maju
Toleransi
terhadap perbuatan menyimpang
Sistem lapisan
masyarakat yang terbuka
Penduduk yang heterogen
Ketidakpuasan
masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu
Orientasi ke depan
Nilai meningkatkan
taraf hidup
Faktor-faktor
yang menghambat
Kurangnya
hubungan dengan masyarakat lain
Perkembangan
ilmu pengetahuan yang lambat
Sikap masyarakat
yang tradisional
Adanya
kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat (vested Interest)
Rasa takut
terjadinya kegoyahan dalam integrasi kebudayaan
Prasangka
terhadap hal baru
Hambatan
ideologis
Kebiasaan
Sikap pasrah
4. Aktifitas Manusia dalam Ruang
a.
Genre de vie dan tata geografis
Setiap kelompok masyarakat mencoba untuk menyesuaikan
perkembangan lingkungan setempat. Penyesuaian tersebut merupakan implementasi
akal budi atau budaya yang terus mengalami perkembangan. Untuk itulah satu
masyarakat dengan masyarakat lain menunjukkan respon yang berbeda dalam
mensikapi dinamika alam. Perbedaan tersebut juga menjadi penanda perbedaan
tingkat budayanya. Adaptasi manusia terhadap lingkungan merupakan kemampuan
manusia menyesuaikan diri terhadap setiap kondisi dan situasi lingkungan yang
selalu berubah.
Koentjaraningrat setidaknya meliputi 3 hal, yaitu
gagasan atau ide, aktivitas, dan benda-benda. Wujud kebudayaan tersebut
merupakan salah satu penanda respon manusia terhadap alam. Proses aktivitas
mambentuk pola yang selalu terikat dengan ruang, yaitu permukaan bumi, baik di
daratan maupun di lautan. Respon utama manusia terhadap alam adalah dalam
pemenuhan kebutuhan pokok, terutama kebutuhan pakan dan kebutuhan ekonomi lain,
sehingga muncul istilah mata pencaharian atau gen re de vie.
b.
Bidang kegiatan ekonomi
Pada dasarnya, kegiatan ekonomi manusia dibedakan
menjadi dua, yaitu kegiatan dalam rangka memenuhi kebutuhan sendiri (subsistence)
dan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pasar (commercial). Dalam
kehidupan sehari-hari kita sering menyebut istial komersial untuk kegiatan yang
dikaitan dengan keuntungan.
- Aktivitas ekonomi subsisten
Merupakan aktivitas ekonomi yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Aktivitas ini dikelompokkan menjadi 3, yaitu a) pengumpulan hasil alami atau gathering, b) penggembalaan atau herding, dan c) pertanian atau farming
- Aktivitas ekonomi komersial
Aktivitas ini muncul karena perbedaan hasil antara satu tempat dengan tempat lain. Perbedaan tersebut mendorong manusia melakukan pertukaran barang baik yang bersifat sederhana atau barter sampai kegiatan niaga modern dalam bentuk pasar ritel. Aktivitas ekonomi komersial meliputi a) pengumpulan atau gathering (fishing, hunting of wild animals, and forest gathering of wild plants), b) budidaya hayati atau bioculture (peternakan, pertanian, dan campuran), c) perpabrikan atau manufacturing (commercial gathering and commercial bioculture), d) transportasi dan perdagangan atau transportation and trade (commercial gathering, commercial bioculture, and manufacturing), e) dan pelayanan jasa atau services.
c.
Infrastruktur
Manusia
beraktivitas dan senantiasa bersentuhan dengan sesamanya, alam, maupun ruang.
Dalam kegiatan sosial ekonomi, perlu didukung oleh sarana dan prasarana.
Berdasarkan bentuknya, prasarana dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu
berbentuk ruang dan bangunan (space) dan yang berbentuk jaringan. Prasarana
berbentuk ruang baerupa a) perlindungan (rumah), b) pelayanan umum (birokrasi),
c) kebudayaan berupa bangunan hasil budi daya manusia. Prasarana yang berbentuk
jaringan berupa a) system pengangkutan, b) fasilitas umum, c) system pengairan,
d) system komunikasi
1.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar